Back

BEM Univet Bantara dan Darsa Kolektif Gelar ‘Talking Heads #3’: Sinergi Kampus dan Komunitas Hidupkan Ekosistem Kreatif Inklusif

SUKOHARJO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo sukses berkolaborasi dengan Darsa Kolektif dalam menyelenggarakan acara Talking Heads #3. Mengusung konsep ruang temu lintas komunitas, kolaborasi ini hadir sebagai jembatan antara dunia akademik dan gerakan kolektif masyarakat, khususnya dalam ranah seni dan budaya alternatif. Kegiatan ini dirancang untuk mencapai beberapa tujuan krusial, di antaranya membangun ruang ekspresi yang aman dan inklusif bagi pelaku seni—khususnya skena musik hardcore—serta menghadirkan sinergi nyata antara kampus dan komunitas. Selain itu, Talking Heads #3 juga berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekosistem kreatif yang komprehensif, mulai dari subkultur musik, ruang diskusi wacana, hingga pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kolaborasi berskala luas ini sukses melibatkan berbagai mitra strategis, mulai dari jaringan Darsa Kolektif, pelaku UMKM lokal, elemen mahasiswa, relawan, hingga sederet band pengisi acara yang menggetarkan panggung, seperti Sprayer, H.O.R, Glu, Breez, Sisa Bara, dan Jurrasic Rock. Rangkaian agenda utama Talking Heads #3 dikemas secara padat dan bermakna, meliputi:1. Diskusi Publik: Mengangkat tema krusial “Merunduk di Persimpangan: Kala Gemuruh Berganti Bisik” sebagai ruang refleksi, pertukaran ide, dan pemantik wacana kritis.2. Pameran & Tenant UMKM:Menampilkan produk kreatif lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap roda ekonomi kreatif independen.3. Live Musik

Penampilan energik dari band-band hardcore yang menjadi puncak kemeriahan acara.Acara yang bersifat terbuka untuk umum ini berhasil menarik antusiasme massa yang beragam. Hadir di lokasi acara mulai dari mahasiswa Univet Bantara dan berbagai kampus lain, komunitas musik, kolektif seni, kreator independen, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum penikmat musik hardcore. Keberagaman ini menegaskan fungsi acara sebagai ruang pertemuan lintas latar belakang yang inklusif.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap dapat menghidupkan kembali ruang-ruang kebebasan berekspresi yang sehat dan bertanggung jawab, memperkuat solidaritas antar-komunitas dalam semangat kolektif, serta menjadikan kampus sebagai ruang terbuka yang tidak eksklusif.

Ketua BEM Univet Bantara, Banu Aji, menyampaikan pandangan dan harapan besarnya terkait pelaksanaan kolaborasi ini.”Saya berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai event seremonial semata, tetapi bisa menjadi gerakan berkelanjutan yang membuka lebih banyak ruang bagi kawan-kawan kolektif untuk berkarya,” ujar Banu. Ia juga menambahkan harapannya bagi institusi akademik ke depan. “Semoga kampus ke depan semakin berani menjadi rumah bagi berbagai ekspresi, termasuk yang selama ini dianggap marjinal, sehingga tercipta ekosistem yang lebih hidup, kritis, dan inklusif baik dari sisi seni, budaya, maupun gerakan sosial,” pungkasnya.

Dengan suksesnya Talking Heads #3, BEM Univet Bantara dan Darsa Kolektif telah membuktikan bahwa kolaborasi antara institusi mahasiswa dan gerakan akar rumput mampu menciptakan dampak positif yang nyata bagi perkembangan industri kreatif dan ruang sosial masyarakat.