Back

Univet Bantara Terjunkan Mahasiswa Dalam Program KKN di Wonogiri

Wonogiri – Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) resmi melepas 821 mahasiswa untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Dari jumlah tersebut, 554 mahasiswa reguler diterjunkan ke 28 desa di Kabupaten Wonogiri, sedangkan 267 mahasiswa nonreguler melaksanakan KKN sesuai skema yang telah ditetapkan universitas.

Prosesi penerjunan mahasiswa berlangsung di Pendopo Kabupaten Wonogiri, Senin (3/8) dan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Wonogiri serta pimpinan Universitas Veteran Bangun Nusantara.

Selama 45 hari, mahasiswa akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang tersebar di empat kecamatan, yakni Wuryantoro, Baturetno, Manyaran, dan Nguntoronadi. Mengusung tema “Univet Berdampak”, kegiatan KKN tahun ini menitikberatkan pada penguatan potensi lokal, inovasi teknologi tepat guna, serta kolaborasi lintas disiplin ilmu untuk mendukung pembangunan desa.

Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Wonogiri yang kembali memberikan kepercayaan kepada Univet Bantara sebagai mitra dalam pelaksanaan program KKN.

Menurutnya, KKN merupakan sarana pembelajaran berbasis pengalaman nyata yang memungkinkan mahasiswa mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Mahasiswa akan belajar langsung dari berbagai persoalan yang ditemui di lapangan, kemudian mengidentifikasi solusi melalui pendekatan ilmiah sesuai bidang keilmuannya. Inilah proses pembelajaran yang sesungguhnya karena ilmu tidak berhenti di ruang kelas, tetapi harus mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar beliau.

Prof. Farida menambahkan, pembelajaran berbasis kasus (case-based learning) menjadi salah satu strategi penting dalam membentuk lulusan yang adaptif, inovatif, dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masyarakat.

Ia juga menilai hubungan kemitraan antara Univet Bantara dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus berkembang secara positif. Selain menjadi daerah asal banyak mahasiswa, Wonogiri dinilai memiliki potensi besar sebagai laboratorium pengabdian masyarakat.

“Kami optimistis mahasiswa Univet Bantara mampu menunjukkan dedikasi, kedisiplinan, serta semangat kolaborasi selama melaksanakan KKN. Harapan kami, seluruh program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.”

Selain melaksanakan program pemberdayaan masyarakat, Rektor juga mendorong dosen pembimbing lapangan memanfaatkan momentum KKN sebagai media implementasi hasil penelitian yang dapat diterapkan langsung di masyarakat, mulai dari sektor pertanian, peternakan, pengelolaan sampah, hingga pengembangan potensi ekonomi desa.

Sebagai simbol dimulainya kegiatan pengabdian, Rektor Univet Bantara menyerahkan secara resmi 554 mahasiswa KKN kepada Pemerintah Kabupaten Wonogiri.


Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyambut baik pelaksanaan KKN Univet Bantara Tahun 2026. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di desa diharapkan mampu menjadi energi baru dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Univet Bantara di Kabupaten Wonogiri. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat pembangunan desa sekaligus menjadi ruang belajar yang berharga bagi mahasiswa,” katanya.

Bupati menjelaskan bahwa hasil pelaksanaan KKN nantinya akan dievaluasi bersama pemerintah kecamatan dan desa guna mengukur dampak program yang telah dijalankan.

Ia juga memperkenalkan potensi Kabupaten Wonogiri yang memiliki luas wilayah sekitar 1.822 kilometer persegi, terdiri atas 25 kecamatan, 251 desa, dan 43 kelurahan, dengan karakter wilayah yang didominasi kawasan perbukitan, hutan, pertanian, serta potensi wisata alam.

Menurutnya, mahasiswa diharapkan mampu menggali potensi tersebut menjadi berbagai program inovatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga etika, menghormati budaya lokal, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan masyarakat selama pelaksanaan KKN, termasuk rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Abdikan ilmu dan kemampuan yang dimiliki agar benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat sehingga semangat Univet Berdampak dapat dirasakan secara nyata,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala LPPM Univet Bantara, Dr. Ir. Ahimsa Kandi Sariri, S.P., M.Sc., melaporkan bahwa KKN Tahun 2026 diikuti 821 mahasiswa, dengan 554 mahasiswa ditempatkan di Kabupaten Wonogiri yang tersebar di 28 desa pada empat kecamatan.

Setiap desa didampingi dua kelompok mahasiswa dan seorang dosen pembimbing lapangan (DPL) guna memastikan seluruh program berjalan terarah serta memberikan hasil yang optimal.

Menurut Ahimsa, pelaksanaan KKN tahun ini mengedepankan kolaborasi multidisiplin melalui berbagai inovasi yang dapat diterapkan bersama masyarakat berbasis teknologi dan potensi lokal.

“Kami berharap mahasiswa mampu berkolaborasi dengan masyarakat dalam mengembangkan berbagai inovasi yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi desa sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pungkasnya.

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *