
UNIVET Bangun Nusantara Bekali Calon Wisudawan lewat Program “Intensive English for Graduates (IEG)”
SUKOHARJO – (19/10) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet) Sukoharjo menyelenggarakan penutupan sekaligus penyerahan sertifikat Program Intensive English for Graduates (IEG), yaitu program yang dirancang khusus sebagai pembekalan taktis bagi calon wisudawan. Program ini memadukan materi Formal English untuk kesiapan karier, meliputi wawancara kerja dan presentasi, dengan Informal English sebagai bekal bertahan hidup (survival kit) di lingkungan global. IEG didukung penuh oleh Yayasan Pembina Pendidikan dan Pengajaran (YPPP) Veteran Sukoharjo dan Univet Bantara dirancang oleh Tim UPT Bahasa Univet dalam bentuk pelatihan intensif sebanyak delapan kali pertemuan. Program ini diikuti 30 peserta dari enam fakultas dan program studi Pascasarjana. Karena berstatus proyek percontohan (pilot project), kuota peserta dibatasi dan pendaftaran ditutup lebih cepat dari perkiraan karena banyaknya peminat. Setelah mengikuti program ini, lulusan Univet Bantara diharapkan memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan kompetensi bahasa yang siap pakai.
Dalam sambutannya, Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., menyampaikan apresiasi atas ketekunan para peserta dan menegaskan bahwa dunia kerja kini menuntut lebih dari sekadar ijazah. “Sekarang tren-nya, lulusan tidak cukup hanya menunjukkan ijazah. Di mana pun bekerja, akan ditanyakan kompetensi apa yang menyertai ijazah itu,” ujarnya. Tuntutan pasar, dunia industri, dan dunia usaha itulah yang mendorong Univet menyelenggarakan program ini. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada YPPP Veteran yang mendanai seluruh kegiatan, karena program ini tidak termasuk dalam dana operasional rutin kampus. Ke depan, Univet akan mengupayakan sertifikat kompetensi bahasa Inggris yang berlisensi dan diakui secara nasional sebagai pendamping ijazah. Tim persiapan sudah dibentuk dan akan ditindaklanjuti setelah wisuda, termasuk mendirikan lembaga penyelenggara sertifikasi profesi. “Namun, ilmu jauh lebih penting daripada sekadar pengakuan di atas sertifikat,” tegasnya.
Rektor juga menyampaikan kebanggaannya karena peserta tidak hanya mahasiswa muda. Ada pula peserta pascasarjana yang sudah berprofesi sebagai PNS dan kepala sekolah, tetapi tetap merasa perlu belajar bahasa Inggris. Menurutnya, penguasaan bahasa Inggris adalah keniscayaan untuk membangun jejaring internasional, namun kebanggaan terhadap bahasa Indonesia, yang kini diakui sebagai bahasa internasional, tidak boleh surut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Ketua Unit Bahasa dan para dosen pengampu, lalu menutup dengan pesan agar lulusan bersikap sigap dalam mengambil kesempatan. “Kalau terlambat, rezekinya sudah diambil orang. Hidup selalu berisiko, jadi kita harus mencari keseimbangan,” Tegasnya
Sementara itu, Ketua Pembina YPPP Veteran Sukoharjo, Drs. Bambang Margono, M.M., menyampaikan harapan agar Univet memiliki lembaga sertifikasi sehingga lulusannya tidak hanya memegang ijazah, tetapi juga bukti kompetensi. Kepada para peserta, ia mengucapkan selamat dan mengingatkan bahwa program ini hanyalah permulaan. “Ini adalah awal untuk menentukan arah. Kita harus punya kemauan untuk membangun kemampuan,” ujarnya. Dengan begitu, lanjutnya, saat para lulusan mencari pekerjaan kelak, dunia kerja akan mengetahui bahwa lulusan Univet memiliki kompetensi.



