Back

Tingkatkan Pengetahuan Warga tentang TBC, Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Univet Bantara Gelar Penyuluhan di Balai Desa Sidorejo

SUKOHARJO – Penyakit Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun daerah. Guna mengikis mata rantai penularan dan memutus stigma negatif, Kelompok 4 Mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kesehatan (FKMIK) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar aksi nyata berupa penyuluhan kesehatan terpadu di Balai Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, pada Rabu (10/6).

Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari program intervensi Praktik Belajar Lapangan 1 (PBL I) yang difokuskan pada peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai identifikasi faktor risiko TBC. Penyuluhan di Balai Desa ini dirancang sebagai wadah edukasi massal bagi warga, perangkat desa, serta tokoh masyarakat untuk membedah seluruh faktor risiko TBC yang telah ditemukan di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa akan membekali masyarakat dengan pemahaman praktis mengenai etika batuk yang benar, pentingnya sirkulasi udara rumah yang sehat, serta sosialisasi mengenai program pengobatan TBC secara gratis dari pemerintah.

Bertempat di Balai Desa Sidorejo, acara penyuluhan ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, Bidan Desa Yolanda Tidar Suhesti, S.Keb, Bdn., perwakilan kader kesehatan posyandu, serta puluhan warga desa setempat.

Dalam pemaparannya, mahasiswa Kesmas Univet Bantara secara interaktif menjelaskan materi-materi meliputi: Pengertian TBC, Mekanisme Penularan, Gejala TBC, Cara Pencegahan dan Pengobatan TBC, dan sebagainya. Melalui kegiatan penyuluhan di Balai Desa Sidorejo ini, diharapkan pemahaman warga akan bahaya TBC meningkat secara signifikan, penemuan kasus secara dini di masyarakat dapat dipercepat, dan target eliminasi TBC nasional dapat segera terwujud.