
Univet Bantara Perkuat Usaha Digital KWT Jalak Wonogiri melalui Inovasi Bawang Putih Bubuk dan Fasilitasi PIRT
SUKOHARJO — (21/8) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program DPPM Tahun 2026. Salah satu program yang dilaksanakan adalah kegiatan “Penguatan Usaha Digital Kelompok Wanita Tani (KWT) Jalak Kabupaten Wonogiri melalui Inovasi Produk Bawang Putih Bubuk dan Fasilitasi PIRT.”
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas bawang putih sekaligus memperkuat kapasitas usaha anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Jalak yang berada di Dusun Segawe, Kabupaten Wonogiri. Program tersebut memperoleh dukungan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.KWT Jalak selama ini memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas bawang putih. Namun, sebagian besar hasil produksi masih dipasarkan dalam bentuk bawang putih segar. Kondisi tersebut menyebabkan nilai ekonomi produk relatif rendah dan pendapatan kelompok rentan terhadap fluktuasi harga komoditas.
Selain persoalan hilirisasi produk, KWT Jalak juga menghadapi sejumlah kendala lain, antara lain keterbatasan keterampilan teknis pengolahan pascapanen, keterbatasan peralatan produksi, belum optimalnya pencatatan keuangan, belum dimilikinya legalitas produk berupa PIRT, serta pemasaran yang masih didominasi oleh metode konvensional dan terbatas pada pasar lokal.
Melalui program PkM tersebut, tim Univet Bantara memberikan serangkaian intervensi yang diarahkan pada penguatan kapasitas produksi, manajemen usaha, legalitas produk, dan pemasaran digital. Salah satu inovasi utama yang dikembangkan adalah pengolahan bawang putih segar menjadi produk bawang putih bubuk yang memiliki nilai tambah, daya simpan lebih panjang, serta peluang pemasaran yang lebih luas.Dalam aspek produksi, anggota KWT Jalak memperoleh pelatihan mengenai teknik pengolahan bawang putih menjadi bubuk sesuai standar pangan. Tim juga memberikan pendampingan penggunaan sejumlah peralatan produksi, antara lain mesin pengering, grinder, timbangan digital, dan sealer. Intervensi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga konsistensi mutu produk.Pada aspek manajemen usaha, kegiatan diarahkan pada penguatan sistem pencatatan keuangan, perencanaan produksi, dan pengelolaan usaha secara lebih terstruktur. Pendampingan juga dilakukan dalam proses fasilitasi pengurusan PIRT sebagai bagian penting dari peningkatan legalitas dan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan KWT Jalak.
Sementara itu, penguatan pemasaran dilakukan melalui pelatihan pemanfaatan media sosial dan marketplace. Anggota KWT diberikan pemahaman mengenai strategi promosi digital, penyusunan informasi produk, serta penetapan harga. Dengan demikian, pemasaran tidak lagi hanya bergantung pada konsumen di lingkungan sekitar, tetapi mulai diarahkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui kanal digital.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Salman Faris Insani, S.E., M.M. sebagai dosen Program Studi Manajemen Univet Bantara, bersama Azahery Insan Kamil, S.H., M.H., Retno Widyastuti, S.Si., M.Sc., serta mahasiswa Dita Mufit Datun dan Elsa Nur Fitrianingrum. Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan kompetensi akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Program ini menargetkan sejumlah luaran, antara lain tersedianya minimal satu jenis produk bawang putih bubuk dengan mutu dan kemasan yang konsisten, tersusunnya sistem pencatatan keuangan, terbitnya Sertifikat PIRT, tersedianya minimal dua kanal pemasaran digital yang aktif dan mendukung transaksi penjualan, serta terpenuhinya luaran tambahan berupa kepemilikan PIRT dan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi mitra.
Pelaksanaan kegiatan juga menunjukkan adanya antusiasme dan semangat perubahan dari anggota serta pengurus KWT Jalak Segawe. Pendampingan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada menghasilkan produk baru, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemampuan kelompok agar mampu mengelola produksi, administrasi usaha, legalitas, dan pemasaran secara lebih mandiri.Melalui program ini, Univet Bantara berharap KWT Jalak dapat meningkatkan nilai tambah komoditas bawang putih sekaligus membangun fondasi usaha yang lebih berkelanjutan. Inovasi bawang putih bubuk diharapkan menjadi langkah awal menuju diversifikasi produk dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal Kabupaten Wonogiri.
Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat. Kolaborasi antara Univet Bantara dan KWT Jalak diharapkan dapat terus berkembang sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas usaha, daya saing produk, dan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap KWT Jalak tidak hanya mampu menghasilkan produk bawang putih bubuk, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengelola usaha, memenuhi aspek legalitas, dan mengembangkan pemasaran secara mandiri. Dengan demikian, potensi bawang putih lokal dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” demikian pesan utama dari pelaksanaan program pengabdian tersebut.



