Back

Menteri Perdagangan Republik Indonesia Pembica Tunggal dalam Kuliah Umum di Univet Bantara Sukoharjo, “Perkuat Sinergi Penguatan Pasar Dalam Negeri Melalui Kampus Preneur”

SUKOHARJO– (20/8) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menyelenggarakan acara Kuliah Umum yang sangat istimewa dengan menghadirkan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Bapak Dr. Budi Santoso, M.Si., bertempat di Auditorium Univet Bantara.

Acara dibuka secara langsung oleh Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M. Hum., hadir beserta jajaran Wakil Rektor, para Dekan, Dosen, Karyawan, serta seluruh Mahasiswa Univet Bantara. Hadir pula jajaran pimpinan YPPP Veteran Sukoharjo, Drs. H. Sadewo Suharto, M.M. selaku Ketua Umum Pengurus Yayasan, dan Drs. H. Bambang Margono, M.M. selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan.

Dalam materinya yang bertema “Kebijakan Perdagangan Indonesia: Membahas Arah Strategi Dagang Nasional, Stabilitas Harga, dan Penguatan Pasar Dalam Negeri”, Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan institusi pendidikan. Beliau mencontohkan gerakan GASPOL (Gerakan Kamis Pakai Lokal) dan optimalisasi platform niaga elektronik sebagai salah satu upaya strategis untuk memperkuat penetrasi produk-produk dalam negeri di pasar domestik, dengan visi membawa produk lokal menuju pasar global.

Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M. Hum., menyambut baik inisiatif Menteri Perdagangan dan menegaskan kesiapan kampus dalam menyinergikan program akademik dengan kebijakan perdagangan nasional. “Bapak Menteri yang saya hormati, saya berharap menjadi awal kolaborasi yang lebih konkret dari Kementerian Perdagangan dengan Univet Bantara ini khususnya dalam kampus preneur. Sebenarnya sudah kita mulai meskipun belum terlalu konkret dan belum terlalu punya goal yang bisa kami pamerkan di sini, tetapi embrionya sudah kami lakukan. Maka dari itu kami mohon bisa diperkenankan kami menjadi salah satu Perguruan Tinggi sebagai penyelenggara kampus preneur dengan mendapatkan dokumen melalui MoU dari Kementerian ataupun jajaran di bawahnya. Kemudian kami ingin mengembangkan eksportir muda, kami ingin memberikan pelatihan perdagangan internasional, kami juga ingin melaksanakan riset kebijakan perdagangan serta juga bisa mendapatkan akses mahasiswa kami memiliki pengalaman magang di atase perdagangan di luar negeri,” ujarnya.

Selanjutnya, beliau merangkum harapan tersebut menjadi empat pertanyaan kunci kepada Bapak Menteri: mengenai peluang Universitas untuk menjadi salah satu pilot project dalam program kampus preneur dengan persyaratan yang diperlukan, akses magang mahasiswa di perwakilan perdagangan Indonesia (International Trade Internship), keterlibatan dosen dan peneliti dalam riset kebijakan dagang nasional seperti literasi digital UMKM, serta permohonan rekomendasi dan pendampingan untuk produk-produk pameran UMKM dan SMK binaan agar dapat menembus pasar global.