Back

Perluas Jejaring Internasional, Fakultas Pertanian Lepas 12 Mahasiswa Magang ke Jepang dan Evaluasi Kerja Sama Industri

JEPANG – Fakultas Pertanian berkomitmen penuh dalam meningkatkan kualitas lulusan berdaya saing global melalui keberlanjutan Program Magang Internasional di Jepang. Sebagai bagian dari penjaminan mutu dan penguatan kemitraan, pimpinan fakultas—termasuk Dekan, Dr. Novian Wely Asmoro, STP., M.Sc.—telah melakukan kunjungan langsung ke beberapa titik strategis di Jepang untuk mengevaluasi perkembangan delapan mahasiswa yang tengah magang , sekaligus mempersiapkan keberangkatan gelombang berikutnya Dalam kunjungan kerja ini, delegasi fakultas memantau langsung tiga lokasi utama yang menjadi mitra strategis, yaitu:

  1. Nava Farm : Industri pertanian komoditas jamur berbasis lingkungan pedesaan yang menitikberatkan pada proses pembibitan dan budidaya.
  2. PT. Mizuho Nourin Co. Ltd.: Anak perusahaan dari holding raksasa Yukiguni Maitake, salah satu perusahaan pertanian terbesar di Jepang yang menerapkan otomatisasi penuh (pabrik cerdas) dalam industri jamur.
  3. Tsumugi Japanese School: Lembaga mitra yang memperkuat kapasitas bahasa dan adaptasi budaya bagi para mahasiswa.

Sebanyak delapan mahasiswa yang diberangkatkan pada tahun 2025 kini telah menjalani masa magang, dan selama berada di industri seperti PT Mizuho Nourin, mereka ditempatkan secara berkala (rolling) di berbagai lini krusial, mulai dari bagian bibit (inkubasi), proses panen, sortasi kualitas, hingga pengemasan (packing).

Pihak universitas mencatat para mahasiswa mampu beradaptasi cepat dengan ekosistem industri modern Jepang yang menggunakan teknologi sinar UV, rekayasa suhu/kelembapan ruang inkubasi, serta sistem conveyor otomatis berbasis robot. Selain mendapatkan pengalaman teknis dan uang saku yang menjanjikan, kenyamanan mahasiswa juga dijamin penuh oleh perusahaan lewat fasilitas tempat tinggal (apato) yang rapi, transportasi antar-jemput, tiket pesawat PP, hingga agenda wisata budaya

Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Novian Wely Asmoro, STP., M.Sc., menyampaikan bahwa program yang telah dirintis sejak periode 2017 hingga sekarang ini memegang peranan krusial dalam membentuk mentalitas mahasiswa. “Di Jepang, teknologi pertaniannya jauh lebih maju. Namun yang paling utama untuk dicontoh mahasiswa adalah kedisiplinan yang sangat ketat dan keseriusan kerja, baik di dalam industri maupun kehidupan sehari-hari. Kami berharap sekembalinya ke tanah air, bekal teknologi dan budaya kerja ini bisa diterapkan, baik untuk membuka usaha pertanian mandiri maupun berkarier di industri nasional. Mahasiswa kita tidak boleh hanya jago kandang, tapi harus berwawasan internasional.” Tuturnya

Menyusul kesuksesan delapan mahasiswa terdahulu yang segera menyelesaikan masa magangnya , Fakultas Pertanian kini tengah merampungkan persiapan untuk keberangkatan batch berikutnya. Melalui seleksi ketat yang dimulai sejak Maret meliputi aspek akademik, wawancara, kesehatan, hingga pembekalan bahasa Jepang intensif selama tiga bulan , telah terpilih 12 mahasiswa (9 mahasiswi dan 3 mahasiswa). Para mahasiswa yang terpilih dari semester 4 dan 5 ini dijadwalkan akan diberangkatkan menuju Jepang dalam dua gelombang, untuk menggantikan rekan-rekan mereka yang pulang. Melalui keberlanjutan program magang internasional ini, Fakultas Pertanian optimistis dapat terus mencetak SDM unggul yang siap mengakselerasi modernisasi sektor pertanian di Indonesia.