Back

UPT Bahasa Univet Bantara Gelar Pelatihan Literasi: Menulis Opini sebagai Wahana Berekspresi

SUKOHARJO, 29 April 2026 – Dalam upaya memperkuat budaya literasi dan kemampuan berpikir kritis di lingkungan kampus, UPT Bahasa Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) menggelar Pelatihan Literasi dengan tema “Menulis Opini sebagai Wahana Berekspresi”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Rabu hingga Kamis, 29–30 April 2026, bertempat di Gedung H Lantai 3, Kampus Univet Bantara.

Acara ini menghadirkan praktisi media berpengalaman, Bapak Ichwan Prasetyo, S.Si yang merupakan Jurnalis sekaligus Project Manager di Solopos Media Group. Kehadirannya bertujuan untuk membagikan wawasan mengenai teknik penulisan opini yang tidak hanya menarik, tetapi juga berbobot secara jurnalistik.

Kegiatan diawali dengan laporan dari Kepala UPT Bahasa Univet Bantara, Bapak R. Adides Wijaya, S.S., M.Hum. Dalam laporannya, beliau mengungkapkan apresiasi atas tingginya minat peserta. “Pelatihan ini diikuti oleh 52 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Antusiasme yang sangat tinggi ini menunjukkan besarnya keinginan civitas akademika dan masyarakat untuk mengasah ketajaman pena dalam menyampaikan gagasan melalui tulisan,” ungkapnya.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., didampingi oleh Wakil Rektor I, II, dan III, Dekan, Ketua Program Studi, serta Jajaran Staf terkait.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara secara resmi, Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum., menekankan urgensi literasi sebagai alat pembentuk pola pikir. “Untuk bisa memiliki pemikiran yang kritis, kita harus membiasakan diri untuk berlatih. Pelatihan ini menjadi momentum strategis bagi kita semua untuk mengasah kemampuan tersebut” dalam arahannya.

Usai pembukaan, agenda dilanjutkan dengan sesi pendalaman materi mengenai strategi menulis opini yang persuasif, yang diikuti dengan sesi tanya jawab interaktif antara narasumber dan peserta.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, pihak universitas berharap agar peserta tidak hanya mampu menyerap ilmu secara teoretis, tetapi juga termotivasi untuk aktif memproduksi karya tulis opini. Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal lahirnya penulis-penulis produktif yang mampu memberikan kontribusi pemikiran cerdas bagi masyarakat luas serta memperkaya khazanah literasi di tingkat nasional.